BERITA / ARTIKEL

Tujuan Pendidikan Nasional Menurut Filsafat Kihajar Dwantara

Kamis, 16 April 2026 14:51 | ✍ Ditulis oleh Tatang, S.Pd, S.Kom | 👁 183 dibaca

Tujuan pendidikan nasional menurut Ki Hajar Dewantara adalah"menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya, baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat". Pendidikan harus memajukan budi pekerti, pikiran, serta jasmani anak untuk menciptakan manusia yang selaras dengan alam (kodratnya) dan masyarakat, menghasilkan manusia utuh yang merdeka lahir batin, berkarakter luhur, dan mampu hidup bahagia. 
Elemen-elemen penting dalam pendidikan

  1. Kodrat Alam & Kodrat Zaman: Mengembangkan potensi anak sesuai kodrat dirinya (alamiah) dan tuntutan zamannya, bukan hanya sekadar transfer pengetahuan.
  2. Budi Pekerti: Membangun karakter, akhlak mulia, dan kekuatan batin anak, sering diwujudkan melalui "Tri Sentra Pendidikan" (keluarga, sekolah, masyarakat).
  3. Merdeka: Membebaskan anak dari keterbelakangan, baik secara fisik maupun mental, agar dapat berpikir dan bertindak mandiri.
  4. Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani: Prinsip peran pendidik sebagai teladan (di depan), pembangkit semangat (di tengah), dan pemberi dorongan (di belakang). 

untuk Implementasi dalam proses pendidikan, maka 

  1.     Pendidikan harus berakar pada budaya bangsa (kebudayaan) agar anak mengerti nilainya sendiri dan menjadi manusia yang utuh.
  2.     Menciptakan suasana belajar yang menghormati dan membesarkan hati, bukan mengkritik kelemahan, menggunakan penguatan positif, dan membangun kerja sama. 

Secara ringkas, tujuannya adalah menghasilkan manusia Indonesia yang cerdas, berkarakter kuat, berbudi pekerti luhur, dan mampu hidup bahagia serta berkontribusi bagi masyarakat, selaras dengan kodrat alam dan tuntutan zaman